Ujian Itu Datang Di Titik Lemah
Tuesday, October 4th, 2005
Ternyata waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu belajar, Tapi sayangnya seringkali kita tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hari hanya ujian dan ujian, sangat sedikit waktu untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam beramal lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan.
Nampaknya Allah menguji kita mulai dari titik yang paling lemah. Menjelang jumatan datang pelanggan ke toko misalnya atau ketika hendak berangkat sholat berjamaah datang relasi bisnis, atau hal lain yang serupa.Tapi kalau kita bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan menyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa,Mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada
tara , karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.
Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Bila kita bersabar melawan rasa gerah terhadap ujian yang datang, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan.
