Archive for September, 2005

Fase terberat Dalam Hidupku

Wednesday, September 28th, 2005

Perjalanan hidup manusia rasanya seperti seorang anak yang mencoba menelusuri jejak kuda liar di pinggiran hutan. Ketika menemukan, mendapatkan dan kemudian belajar mengendalikannya,dan iapun mengalami hari-hari yang sangat berat. Serupa dengan kisah kuda liar, diri ini ketika pertama kali dicoba untuk dikendalikan juga melawan dan memberontak.

Kita yang biasa makan enak, menolak untuk hanya makan seadanya, yang terbiasa naik mobil mewah melarang dirinya naik angkot, ada yang selalu memberontak dari dalam sini ketika dikendalikan. Dari seluruh perjalanan hidup, mungkin inilah fase terberat dan tersulit. Jangankan yang baru belajar, orang yang sudah pernah melewatinyapun bisa kembali lagi ke fase ini.

Kuda_liar_yang_tertundukkan Namun, begitu terkendalikan, kuda liar tadi bisa kita ditunggangi, untuk kemudian diajak berlari kencang dan dibawa pulang. Di tingkatan ini, penolakan-penolakan dari dalam sudah hampir tidak ada. Makanan enak, mobil mewah, kekayaan, pakerjaan tetap bergaji tinggi, kekaguman orang tidak lagi menjadi rangkaian nama yang menarik. Semua ini tidak lebih dari sekadar barisan pepohonan di pinggir jalan. Mengagungkannya terlalu lama, hanya akan membuat perjalanan tidak bergerak.

Bagian yang Tidak Diinginkan

Sunday, September 25th, 2005

Pernah punya teman atau tim yang terdiri dari orang-orang yang menjengkelkan? Mungkin mereka adalah bagian yang tidak kita inginkan, tapi sadarkah kita bahwa manusia menjengkelkan sesungguhnya sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.

Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Mereka adalah sahabat sejati dalam membuat kita jadi orang sabar. Karena badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama kali ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan lentur juga. Nah, semakin sering kita dibuat mengerutkan dahi, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia menjengkelkan, itu berarti kita sedang menarik karet ini menjadi lebih lentur (sabar).
Inikah_manusia_hebat_1 Mereka juga sedang mengajari kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia menjengkelkan, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan kontribusinya.

Disadari maupun tidak manusia menjengkelkan sedang memproduksi kita menjadi lebih dewasa. Betapa tidak, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan heart breaker, membuat kita sadar betapa tidak enaknya disakiti hatinya. Bertemu orang yang hobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita juga sadar diri, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia menjangkelkan sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.

Mengejar Mataharipun Rasanya Bisa

Friday, September 23rd, 2005

Ada dimensi lain dari cinta yang layak dicermati selain cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan. Coba diingat-ingat lagi pengalaman jatuh cinta kita masing-masing. Ada sebuah kekuatan maha dahsyat yang tiba-tiba saja muncul di dalam diri, yang sanggup membuat badan dan jiwa ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh mengejar mataharipun rasanya bisa. Hampir tidak ada yang tidak bisa dilakukan untuknya. Mulut ini begitu lincah dan cepatnya berteriak : bisa !

Subhanallah, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun seolah menjadi lembaran buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan-pelukan tangan kekasih tercinta yang amat menyentuh. Setiap suara yang terdengar adalah nyanyian-nyanyian rindu yang menyentuh kalbu….

Tiger_on_tiger I luv u my Tiger…… (Terimakasih untuk malam ini, kau hebat, jangan biarkan mereka melewatimu ……..)