Archive for July, 2005

When You Love Someone….

Sunday, July 31st, 2005

Suatu pagi di awal bulan Agustus 2005 terdengar di telingaku lantunan kata yang tertata rapi dari seorang Bryan Adams “when you love someone, you’ll do anything, you’ll do all the crazy thing that you can’t explain…..” benerkah? Sepertinya iya…sih.

Entah energi dari mana seringkali ia sanggup membutakan mata, menutup rapat telinga, bahkan membolak-balik isi hati…. Sungguh melelahkan…. Bahkan sampai detik ini pun aku belum sanggup mengerti apalagi menjelaskan kenapa, bagaimana bisa, dan segudang pertanyaan lain yang senada. Apa ini masalah pengalaman? Mungkin. Hwahahaaa…”pengalaman”, kata sakti yang seringkali dipakai mahluk2 yang menyebut dirinya dewasa.

Sayangnya ketika itu yang aku dapat bukan jawaban tapi hanya kosong dan yah hanya kosong….

Allah Seandainya “someone “ itu bukanlah aku atau kamu, atau sebentuk mahluk lain, ataupun segala yang berbau duniawi, tetapi Allah dan Rasul-Nya…..dengan kayakinan yang InsyaAllah sepenuh hati aku akan bilang “seandainya Allah menghendaki, Andalah yang akan bener2 sanggup melakukan segalanya….tanpa perlu penjelasan atau batasan apapun karena InsyaAllah…Yang Maha Kuasa, Allah SWT, bersamamu…

Bunga yang Mengagumkan….

Wednesday, July 27th, 2005

52438_wallpaper110 Sebagian besar bunga yang mewangi ternyata juga penuh inspirasi. Ketika tiba waktunya bunga untuk mekar, bau wangi yang disebarkanya pun makin lekat terasa.

Bunga juga meninggalkan bau wangi dengan ketulusan, dan menutup tugas menjadi simbol keindahan dengan ikhlas pula.

Seperti sedang merenda makna, manusia juga semestinya ada untuk berbagi bau wangi. Mungkin melalui kata-kata yang terlantunkan, atau perilaku yang menyentuh, atau bahkan juga melalui pikiran-pikiran yang jernih.

Hampir mirip pula dengan bunga yang mengagumkan dan penuh makna, sadarkah kita bahwa dengan melepaskan keindahan dari perilaku dan tutur kata yang mewangi, manusia mulai mengepakkan sayap-sayap kebebasan?
Semestinya pula semakin dekat manusia dengan waktu kematian semakin banyak juga sebaiknya bau wangi yang ditaburkan tapi sekali lagi sempatkah terpikir oleh kita bahwa kematian ada untuk mengingatkan manusia untuk segera berbagi bau wangi?

Subhanallah…sebuah pelajaran yang teramat mengagumkan…..

Gelas-gelas Kesedihan

Tuesday, July 26th, 2005

Pernah perhatikan gelas yang kita pakai ketika minum susu, teh manis, atau kopi atau sekedar air putih di pagi hari yang tinggal setengah? Coba tanyakan pada diri sendiri tentang gelas itu, lalu tanyakanlah pada teman atau siapa saja yang ada di dekat kamu. Ada kemungkinan kamu bilang “gelas itu setengah isi” atau teman kamu bilang “gelas itu setengah kosong”. Mana yang benar? Yap, keduanya benar tapi percayalah tidak ada yang benar mutlak. Semua tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Begitupun dalam “gelas2” kesedihan, sering kali kita berbeda dalam melihatnya. Ketika aku bilang kesedihan itu menyakitkan, mungkin kamu bilang kesedihan itu mendewasakan, atau sebaliknya.

Betapa indah hidup ini jika kita bisa selalu dan selalu memeluk kesedihan dengan kehangatan dan senyum yang tulus…….

Sungguh tak ada kebenaran dan kedamaian yang sejati kecuali yang datang dari Yang Maha Benar, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengasihi……Allah SWT.

Anugerah Terindah

Tuesday, July 26th, 2005

Selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ternyata masih ada mahluk yang amat berguna dan teramat sangat dibutuhkan dalam saat2 menyakitkan ini, Ia sering kita sebut sahabat. 51681_wallpaper110 Mungkin dia tidak fasih melantunkan nasehat, tidak cukup cerdas untuk mencarikan solusi. Tetapi dengan kesediaannya untuk menjadi “tempat sampah” untuk masalah2 kita, dengan sorot matanya yang berisi empati, keteguhannya  menjaga rahasia, sahabat menjadi intan berlian yang teramat sangat berharga dalam keadaan-keadaan ini.
Jumlahnya sangat sedikit tapi tetap sahabat adalah sejenis anugerah terindah yang harus disyukuri…..

Terimakasih sahabat……….

Kadang “Sedikit” Menyakitkan

Monday, July 25th, 2005

Ovl_25_juni_5_2 Suatu hari ada seorang mandor proyek berjalan mengawasi pekerjaan anak buahnya. Ketika sedang asyik2nya berjalan tiba2 sebuah batu kecil melayang dan…pletak!!!….erghh…mandor kaget dan mengusap tetesan darah di bagian belakang kepalanya. Dengan rasa marah dia berbalik dan melihat siapa yang ada di belakangnya. Siapa yang melemparinya dengan batu? Begitu sang mandor menoleh ke belakang, dilihatnya anak buahnya menunjuk ke arah kakinya.

Betapa kaget sang mandor, beberapa langkah lagi di depannya terbentang kabel listrik beraliran tinggi yang siap merenggut nyawanya. Ternyata salah seorang anak buahnya yang melihat hal itu berkali2 mencoba mengingatkannya dengan berteriak. Namun teriakannya nyaris tak terdengar ditelan deru alat2 berat di sekitar tempat itu. Demi menyelamatkan sang mandor dia melemparkan batu kecil ke arah sang mandor .

Kepalanya memang berdarah tapi nyawanya dapat diselamatkan…….

(

Ada

saatnya nasihat, peringatan, perhatian dan ungkapan kasih sayang terasa sedikit menyakitkan………)

Cinta…

Sunday, July 24th, 2005

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dariNya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Cinta adalah karuniaNya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dariNya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Utamakanlah cintapadaNya terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Istriku….

Wednesday, July 13th, 2005

Img_tas_1 Seorang pemuda dua puluh tahunan bermimpi menjadi jutawan. Ia sadar sepenuhnya kalo impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah baginya. Impian ini kemudian disampaikannya kepada kekasihnya.

Sayangnya tidak berapa lama setelah mereka menikah terjadi krisis ekonomi yang parah. Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari ke hari. Pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk termenung seorang diri. Bahkan ia menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik karena telah gagal dalam hidupnya.

Diluar dugaanya sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit pun? Istrinya selalu dekat dan menguatkannya. Tidak bosan-bosannya ia meyakinkan bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa mencapainya bersama-sama suatu hari kelak. “Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup,” katanya berulang kali. “Tetap hidup?” jawab sang suami, “Impian kita telah mati! Kita telah gagal!”

Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.

Hari berganti hari dan mereka terus saja melakukan kegiatan yang sama hingga suatu saat sang suami mendapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Gagasan ini terus mereka matangkan. Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb. Permainan apa kira2? Ya, tepat! Monopoli. Seperti itulah Charles Darrow dan istrinya, Esther menciptakan Monopoli. Permainan ini kemudian dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar dan impian jadi jutawan pun terwujud!

(Istriku…….)

Keledai dan Petani

Sunday, July 10th, 2005

Xnature25_1 Seorang petani di Lampung memiliki beberapa ekor keledai. Suatu hari seekor keledainya terjatuh ke dalam sumur tua di dekat rumahnya. Banyak cara sudah dilakukan petani itu untuk menyelamatkannya tapi tidak juga membuahkan hasil.

Keledai meratapi nasibnya. Sementara petani setelah bertukar pikiran dengan istrinya akhirnya memutuskan untuk mengubur keledai di sumur tua tersebut. Menurut mereka keledai sudah tidak produktiv dan sumur juga sudah tidak bisa digunakan lagi.

Akhirnya petani memanggil tetangga dan saudaranya untuk membantu mengubur keledai itu. Satu persatu mereka menuangkan tanah kedalam sumur. Menyadari apa yang sedang terjadi keledai pun makin putus asa.

Namun perlahan keledai tersadar. Ada yang bisa dia lakukan untuk bisa selamat dari kematian. Setiap kali tanah jatuh ke punggungnya ia gibaskan badanya lalu ia angkat kaki2nya begitu seterusnya sampai akhirnya dia bisa lolos dari maut.

Ternyata seekor keledai bisa selamat karena dia tidak berhenti berusaha, tidak menyerah pada keadaan. Bagaimana dengan saya? Anda?

Bulan Dalam Baskom

Sunday, July 10th, 2005

Andaikan aku sekarang duduk di suatu malam bulan purnama bersama orang yang paling aku sayang, yang paling ngertiin aku, yang menurutku paling sehati, paling….paling dan paling terbaik dalam segala hal…. Mungkin saudara, temen, tunangan, selingkuhan2, mantan2 atau yang lain. Masing-masing membawa sebuah “baskom” lengkap dengan airnya. Sky003_1

Ketika ngeliat baskom masing-masing, mungkin aku temukan “bulan” ku dan mereka temukan “bulan”nya sendiri, lengkap dengan perbedaannya. Ya sangat mungkin, sebab kejernihan airnya berbeda, lebar baskomnya berbeda, ketenangan airnya berbeda dan yang paling penting mata, hati dan pikiran yang melihatnya juga berbeda.

Seperti itukah pikiran kita ? senantiasa melihat ke bawah, ke baskom masing-masing. Jarang dan teramat jarang melihat bulan yang sama dengan mata, hati dan pikiran yang sama jernihnya yang memungkinkan untuk melihat wajah bulan yang hampir sama.

Sungguhkah kesombongan pengalaman dan segala kehebatan pikiran telah membuat kita jadi kurang rendah hati ?

Kamu Kerja Dimana?

Sunday, July 10th, 2005

Birth Dalam suasana sepi penuh penantian, tiba-tiba keluar dari pintu ruang persalinan seorang dokter dengan senyum gembira. Sambil menyalami seorang bapak, dokter ini berucap : ‘Selamat, anak Anda kembar dua’. ‘Saya sudah tahu dokter, karena telah lama saya bekerja di dua kelinci’ jawabnya datar. Tak lama  kemudian, dokter yang sama keluar lagi lengkap dengan senyumnya yang khas. Kali ini yang disalami seorang bapak yang lain : ‘Anda hebat, anak Anda kembar tiga’. Mirip dengan bapak tadi, ia menjawab : ‘saya juga sudah ramalkan dokter, karena sejak dulu saya bekerja di tiga roda’. Satu jam setelah kejadian terakhir, keluar lagi dokter yang peramah ini. Sambil menyalami bapak yang lain, ia berucap kagum : ‘Anda paling hebat, anak Anda kembar empat !”. Tanpa ada tanda-tanda kejadian ini disutradarai manusia, bapak ini juga hanya menjawab biasa-biasa saja : ‘saya sudah duga dari dulu dokter, karena saya bekerja di empat sekawan’.

Setelah mendengar dialog antara dokter dengan suami-suami pasien ini, tiba-tiba saja seorang bapak jatuh pingsan. Setelah lama tidak sadarkan diri, dan membuat banyak orang khawatir, ia sadar dan langsung bertanya pada dokter : ‘nasib isteri saya bagaimana dokter, sebab saya bekerja lama di Auto 2000 ?’