Penghalang Pemahaman

November 21st, 2005 by al-habib

Ada sejenis manusia yang hati dan pikirannya tidak menjadi jembatan pengertian, tapi justru sebaliknya malah menjadi penghalang pengertian. Sejumlah kata yang repot2 disusun dan dikirim via SMS atau telpon atau bahkan diucapkan langsung terkadang tidak sepenuhnya dimaknai sebagaimana dimaksudkan sang pengirim.

Amarah, egoisme atau bahkan mungkin kebencian terkadang menutup setiap inci senyum dari dalam yang seringkali mengantarkan pengertian. Andai bisa terlihat sisi baik menjadi seorang asing, tidak mengenal, tidak pula menyapa mungkin akan lebih baik jadi orang asing yang bisa mengerti dan dimengerti.

Bahkan ada yang berucap, kata-kata, penjelasan, ingatan adalah rangkaian awan yang bisa menutupi pengertian. Dan lebih berbahaya lagi, ada tidak sedikit orang yang mengidentikkan pengertiannya dengan awan-awan penghalang tadi.

Mohon dimaafkan untuk semua kesalahpahaman………..

Ujian Itu Datang Di Titik Lemah

October 4th, 2005 by al-habib

Bismillah16_1 Ternyata waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu belajar, Tapi sayangnya seringkali kita tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hari hanya ujian dan ujian, sangat sedikit waktu untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam beramal lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan.

Nampaknya Allah menguji kita mulai dari titik yang paling lemah. Menjelang jumatan datang pelanggan ke toko misalnya atau ketika hendak berangkat sholat berjamaah datang relasi bisnis, atau hal lain yang serupa.Tapi kalau kita bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan menyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa,Mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada

tara

, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Bila kita bersabar melawan rasa gerah terhadap ujian yang datang, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan.

Merenung Sampai Mati

October 1st, 2005 by al-habib

Lelah mendengar kengerian bom, dan berita-berita yang diiringi latunan imaginasi John Lenon, aku mulai merenung tentang sebuah rumah mungil yang aku pikir ada di dalam pojokan jiwaku. Aku coba memasukinya kembali dengan potongan kunci yang mulai berkarat.

Bukan_kemewahan_ini Tak ada kemewahan, tak ada sanjungan. Hanya ruangan kosong dan dinding-dinding yang terbuat dari cermin. Aku tebarkan pandangan ke setiap sudutnya, Subhanallah….ada ribuan mahluk sepertiku yang menjawab salamku. Mereka tersenyum ketika aku berbagi sedikit senyum. Mereka juga tak keberatan ketika aku mengulurkan tangan, tak ada satupun dari mereka yang menolak.

Aku mulai mempercayai mereka, mulai bercerita tentang segudang permasalahanku.

Menyebalkan, mereka bukannya mendengarkan ceritaku apalagi memberi solusi tapi malah ikut bercerita. Keluhanya juga sama. Akupun mulai merasa dilecehkan. Hatiku dongkol dan mulai menggerutu, “dasar mahluk-mahluk menyebalkan!!!”, mereka juga menggerutu sepertiku. Akupun marah dan memaki-maki mereka. Tiba-tiba ribuan mahluk itu juga memaki-maki aku.

Setelah lelah dengan makianku, aku terdiam dan mulai menenangkan diri. Aku coba merendah dan meminta maaf, dan kamipun saling memaafkan serta berbagi senyum kembali.

Wahai jiwaku, jika engkau memaki pelaku atau korban tragedi apapun, bersihkanlah kaca-kaca cermin itu, dan marilah kita bercermin bersama dan berbagi senyuman, karena sesungguhnya ribuan perilaku orang di sekitar kita seringkali adalah cerminan dari perilaku kita.

Fase terberat Dalam Hidupku

September 28th, 2005 by al-habib

Perjalanan hidup manusia rasanya seperti seorang anak yang mencoba menelusuri jejak kuda liar di pinggiran hutan. Ketika menemukan, mendapatkan dan kemudian belajar mengendalikannya,dan iapun mengalami hari-hari yang sangat berat. Serupa dengan kisah kuda liar, diri ini ketika pertama kali dicoba untuk dikendalikan juga melawan dan memberontak.

Kita yang biasa makan enak, menolak untuk hanya makan seadanya, yang terbiasa naik mobil mewah melarang dirinya naik angkot, ada yang selalu memberontak dari dalam sini ketika dikendalikan. Dari seluruh perjalanan hidup, mungkin inilah fase terberat dan tersulit. Jangankan yang baru belajar, orang yang sudah pernah melewatinyapun bisa kembali lagi ke fase ini.

Kuda_liar_yang_tertundukkan Namun, begitu terkendalikan, kuda liar tadi bisa kita ditunggangi, untuk kemudian diajak berlari kencang dan dibawa pulang. Di tingkatan ini, penolakan-penolakan dari dalam sudah hampir tidak ada. Makanan enak, mobil mewah, kekayaan, pakerjaan tetap bergaji tinggi, kekaguman orang tidak lagi menjadi rangkaian nama yang menarik. Semua ini tidak lebih dari sekadar barisan pepohonan di pinggir jalan. Mengagungkannya terlalu lama, hanya akan membuat perjalanan tidak bergerak.

Bagian yang Tidak Diinginkan

September 25th, 2005 by al-habib

Pernah punya teman atau tim yang terdiri dari orang-orang yang menjengkelkan? Mungkin mereka adalah bagian yang tidak kita inginkan, tapi sadarkah kita bahwa manusia menjengkelkan sesungguhnya sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.

Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Mereka adalah sahabat sejati dalam membuat kita jadi orang sabar. Karena badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama kali ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan lentur juga. Nah, semakin sering kita dibuat mengerutkan dahi, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia menjengkelkan, itu berarti kita sedang menarik karet ini menjadi lebih lentur (sabar).
Inikah_manusia_hebat_1 Mereka juga sedang mengajari kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia menjengkelkan, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan kontribusinya.

Disadari maupun tidak manusia menjengkelkan sedang memproduksi kita menjadi lebih dewasa. Betapa tidak, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan heart breaker, membuat kita sadar betapa tidak enaknya disakiti hatinya. Bertemu orang yang hobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita juga sadar diri, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia menjangkelkan sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.

Mengejar Mataharipun Rasanya Bisa

September 23rd, 2005 by al-habib

Ada dimensi lain dari cinta yang layak dicermati selain cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan. Coba diingat-ingat lagi pengalaman jatuh cinta kita masing-masing. Ada sebuah kekuatan maha dahsyat yang tiba-tiba saja muncul di dalam diri, yang sanggup membuat badan dan jiwa ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh mengejar mataharipun rasanya bisa. Hampir tidak ada yang tidak bisa dilakukan untuknya. Mulut ini begitu lincah dan cepatnya berteriak : bisa !

Subhanallah, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun seolah menjadi lembaran buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan-pelukan tangan kekasih tercinta yang amat menyentuh. Setiap suara yang terdengar adalah nyanyian-nyanyian rindu yang menyentuh kalbu….

Tiger_on_tiger I luv u my Tiger…… (Terimakasih untuk malam ini, kau hebat, jangan biarkan mereka melewatimu ……..)

Jejak Kaki

August 2nd, 2005 by al-habib

Constructions001_1_1 Kalo dipikir2 hidup ini hampir2 mirip jejak kaki kita. Masa lalu adalah jejak kaki yang sudah terbentuk dan sering kali kita tinggalkan, masa kini adalah jejak kaki yang sedang kita bentuk dan ada di bawah telapak kaki kita, terserah mau kita geser ke arah mana dan terakhir masa depan adalah sebentang jalan yang akan kita gambarkan padanya jejak2 kaki kita.

Sesungguhnya setiap tarikan nafas telah terhitung, setiap langkah kaki telah tercatat. Jadi mau disembunyikan kemana lagi jejak kaki kita hari ini?

Sudah cukup yakinkah bahwa ketika dihisab nanti setiap jejak kaki yang kita ayunkan sanggup kita pertanggungjawabkan dihadapanNya?

Sadarkah kita bahwa semakin hari semakin dekat kita dengan hari perhitungan? Terbayangkah seandainya setelah selesai membaca tulisan ini, ternyata jejak kakimu sudah berakhir? Dan yang tersisa hanya jejak2 kaki mereka yang sampai hari ini mengaku “cinta dan sayang” tapi ternyata meninggalkanmu di sebuah lubang sempit yang sering diberi gelar “kuburan”?

Pulanglah Padanya

August 1st, 2005 by al-habib

Tak perlu menilik masa lalu

Yang sudah terjadi terjadilah

Waktu tak mungkin kau kalahkan

Hanya untuk sebuah kenangan

Pasangan hidup tlah kau temukan

Doamu tlah diberi jawaban

Hidupmu jangan kau pertaruhkan

Hanya demi mengulang kenangan

Jangan pernah merasa hidup ini tak adil

Kau tak akan bisa mendapatkan semua

Aku akan lanjutkan langkah yang sempat tertahan

Pulanglah padanya kedalam pelukannya

(Jikustik)

When You Love Someone….

July 31st, 2005 by al-habib

Suatu pagi di awal bulan Agustus 2005 terdengar di telingaku lantunan kata yang tertata rapi dari seorang Bryan Adams “when you love someone, you’ll do anything, you’ll do all the crazy thing that you can’t explain…..” benerkah? Sepertinya iya…sih.

Entah energi dari mana seringkali ia sanggup membutakan mata, menutup rapat telinga, bahkan membolak-balik isi hati…. Sungguh melelahkan…. Bahkan sampai detik ini pun aku belum sanggup mengerti apalagi menjelaskan kenapa, bagaimana bisa, dan segudang pertanyaan lain yang senada. Apa ini masalah pengalaman? Mungkin. Hwahahaaa…”pengalaman”, kata sakti yang seringkali dipakai mahluk2 yang menyebut dirinya dewasa.

Sayangnya ketika itu yang aku dapat bukan jawaban tapi hanya kosong dan yah hanya kosong….

Allah Seandainya “someone “ itu bukanlah aku atau kamu, atau sebentuk mahluk lain, ataupun segala yang berbau duniawi, tetapi Allah dan Rasul-Nya…..dengan kayakinan yang InsyaAllah sepenuh hati aku akan bilang “seandainya Allah menghendaki, Andalah yang akan bener2 sanggup melakukan segalanya….tanpa perlu penjelasan atau batasan apapun karena InsyaAllah…Yang Maha Kuasa, Allah SWT, bersamamu…

Bunga yang Mengagumkan….

July 27th, 2005 by al-habib

52438_wallpaper110 Sebagian besar bunga yang mewangi ternyata juga penuh inspirasi. Ketika tiba waktunya bunga untuk mekar, bau wangi yang disebarkanya pun makin lekat terasa.

Bunga juga meninggalkan bau wangi dengan ketulusan, dan menutup tugas menjadi simbol keindahan dengan ikhlas pula.

Seperti sedang merenda makna, manusia juga semestinya ada untuk berbagi bau wangi. Mungkin melalui kata-kata yang terlantunkan, atau perilaku yang menyentuh, atau bahkan juga melalui pikiran-pikiran yang jernih.

Hampir mirip pula dengan bunga yang mengagumkan dan penuh makna, sadarkah kita bahwa dengan melepaskan keindahan dari perilaku dan tutur kata yang mewangi, manusia mulai mengepakkan sayap-sayap kebebasan?
Semestinya pula semakin dekat manusia dengan waktu kematian semakin banyak juga sebaiknya bau wangi yang ditaburkan tapi sekali lagi sempatkah terpikir oleh kita bahwa kematian ada untuk mengingatkan manusia untuk segera berbagi bau wangi?

Subhanallah…sebuah pelajaran yang teramat mengagumkan…..